
BORONG - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dipastikan akan mengambil sumpah dan melantik Yoseph Tote dan Andreas Agas, bupati dan wakil bupati Manggarai Timur PERIODE 2009-2014 PADA 13 Februari mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kominfo Manggarai Timur, Agus Kano Umak, Jumat (6/2) mengatakan, gubernur sudah mengirim teleks kepada Ketua DPRD Manggarai Timur dengan tindasan kepada Penjabat Bupati Manggarai Timur.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Redaksi di 05:49 0 komentar
Label: politik
NTT Perlu Kembangkan Tanaman Lokal
Oleh Maxi gantung
LEWOLEBA -- Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan NTT perlu kembangkan jagung dan singkong. Karena jagung jadi salah satu produk unggulan daerah.
Hal ini disampaikan Lebu Raya saat bertatap muka dengan, Bupati Lembata Andreas Duli Manuk dan pimpinan dan anggota Dewan dan Muspida Kabupaten Lembata serta para kepala dinas, kantor, badan, bagian Setda Lembata, para camat, lurah, dan tokoh masyarakat.
Gubernur mengatakan dalam hal mengembangkan produk unggulan jagung ini, masalahnya ada dua yakni soal citra dan pengolahannya. Masyarakat mengira makan jagung ini adalah makanan rendah. Karena itu masyarakat malu kalau menyuguhkan tamu dengan jagung.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Redaksi di 05:46 0 komentar
Label: birokrasi
Kapolres Ngada Mesti Diproses Hukum
Oleh Hubert Uman
BAJAWA - Penebangan pohon cendana milik warga Malafai di Kecamatan Wolomeze yang diduga disuruh Kapolres Ngada jadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Ngada. Kapolres dan dua polisi suruhan Kapolres perlu diproses hukum.
Demikian poenegasan anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ngada Lorensius Roga dan Nikodemus Duka, Jumat (6/2) di ruang komisi A DPRD Ngada.
“Komisi A sudah lihat kayu cendana yang dipotong anggota Polres Ngada di lokasi. Bukan hanya satu ton. Seluruhnya bisa dua ton lebih. Kita sangat sesalkan. Polisi bukan melakukan penegakan hukum, tetapi malah melakukan kejahatan pencurian kayu cendana. Kapolres harus diproses. Ini pelajaran yang tidak baik. Penegak hukum membuat masyarakat tidak mentaati hukum,” kata anggota DPRD Ngada Lorensius Roga.
“Kita memang menghormati asas praduga tak bersalah. Tetapi dalam kasus ini kita harus minta ke Kapolda agar Kapolres Ngada jangan dulu dipindahkan. Ia dan anggotanya harus diproses secara hukum,” tegas Selly Raga Tua di ruang wakil ketua DPRD Ngada Syrilus Pati Wuli, Jumat (6/2).
Selengkapnya...
Diposkan oleh Redaksi di 05:43 0 komentar
Label: hukum
JPIC Keuskupan Agung Ende Surati Kapolda NTT
Oleh Hubert Uman
BAJAWA - Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Agung Ende (KPKC-KAE) atau JPIC (Commission for Justice, Peace and Integrity of Creation) menyurati Kapolda NTT untuk meminta Polda menyelidiki kasus kematian Romo Faustin Sega.
Surat ini ditandatangani oleh Vikaris Episcopalis (Vikep) Bajawa Rm. Hengky Sareng, Ketua Komisi JPIC KAE Rm. Ronny Neto Wuli dan Yayasan Bina Bantuan Hukum (YBBH) Veritas Jakarta Silvester Nong Manis.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Redaksi di 05:41 0 komentar
Label: hukum
DBD, Satu Meninggal, 40 Dirawat
Oleh Wall Abulat
MAUMERE -- Pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Maumere dalam satu bulan terakhir berjumlah 41 orang. Satu di antaranya Mon (6 tahun) asal Waturia, Kecamatan Magepanda meninggal di RSUD Maumere, Selasa dini hari pekan ini.
Spesialis Anak Dokter Mario B. Nara di sela-sela upaya penangan pasien DBD, Kamis (5/2) menjelaskan pasien yang meninggal itu masuk ke RSUD Maumere dalam kondisi kritis, akhir Januari. “Korban meninggal karena pecah plasma darahnya,” kata Mario.
Mario mengaku jumlah kasus DBD selama Januari 2009 meningkat drastis bila dibandingkan bulan sebelumnya. “Selama sebulan terakhir pasien DBD tercatat 41 orang. Padahal bulan sebelumnya, jumlah pasien DBD kurang dari 10 orang,” katanya.
Dijelaskannya, dari kondisi fisik pasien diketahui penderita memiliki beberapa tanda di antaranya penurunan trombosit yang sangat dratis, demam tinggi, kepala pusing hebat, ngilu di persendian, dan ada mimisan dan pendarahan di bawah kulit.
Ia meminta orang tua agar bila ditemukan tanda-tanda atau gejala seperti di atas segera mengantar ke RS terdekat atau puskesmas. “Upaya pertolongan dan pengobatan harus segera dilakukan,” katanya.
Selengkapnya...
Senin, 19 September 2011
kedang omesuri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar